"Korean Martial Art and Modern Combat Sport Practices All Over the World!!!"

17 September 2012

Eka Bayar Kepercayaan

Eka Bayar Kepercayaan PEKANBARU- Tidak salah jika Eka Sahara jadi andalan taekwondo Kaltim merebut medali emas di PON XVIII/Riau 2012. Tampil moncer dengan raihan perak di SEA Games 2011, Eka dipercaya memimpin taekwondo Kaltiim di Pekanbaru. Turun di kelas over putri (heavy 73 kg), Eka berhasil mengandaskan perlawanan Amalian Kurniasih Palupi asal Riau di final yang berlangsung di GOR Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Sabtu (15/9) kemarin. Sayang, dua rekannya, Siti Mahmudah dan Gregorius gagal mengikuti jejak Eka setelah terdepak di babak pertama. Siti yang turun di kelas fin putri (under 46 kg) ditaklukan Fransisca Valentina asal Jateng. Sedangkan Gregorius dibuat tak berdaya oleh taekwondoin asal DKI Jakarta Fandy Desta pada kelas light putra (under 74 kg). Untuk sementara, taekwondo menyumbang dua medali emas. Minggu (16/9) hari ini, taekwondo Kaltim akan menurunkan Teguh Prakoso di kelas welter putra (under 80 kg) serta Yuni Ardini di kelas bantam putri (under 53 kg).(er/is)

Seumur Hidup untuk Taekwondo

Seumur Hidup untuk Taekwondo NAMA S Alfons Lung Tekwan menjadi buah bibir ketika pria asli Kalimantan Timur (Kaltim) ini menyabet perak di kelas bantam pada laga Asian Games XII di Hiroshima, Jepang. Namanya pun tercatat di Museum Rekor Taekwondo Indonesia (Murti) sebagai orang Indonesia pertama peraih medali perak di kelas bantam Asian Games. Kini, setelah pensiun menjadi atlet, ia menjadi tokoh penyusun strategi untuk mengembangkan bela diri asal Negeri Gingseng, Korea Selatan. Kesibukan Alfons memaksa media ini menggunakan jalur telepon seluler untuk berkomunikasi. Pria yang lahir di Kutai Barat, 26 Desember 1973 ini sedang menjalankan tugasnya sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Pekanbaru, Riau. “Sambil makan, ya?” ucapnya saat wawancara dengan Kaltim Post. Alfons bercerita bagaimana perjuangannya dulu ketika masih menjadi atlet. Saat masih anak-anak, dirinya dikenalkan dengan olahraga keras ini oleh teman. Dirinya masih kelas lima SD saat itu. Selain mengasah otak selama jam pelajaran, mental dan fisiknya ikut dibentuk dari Taekwondo. Meski keras, Alfons menganggap belajar ilmu bela diri pasti akan berguna. Terutama baginya yang berasal dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan. “Ayah saya seorang guru. Sedangkan ibu hanya ibu rumah tangga. Sedangkan kami keluarga besar dengan enam bersaudara. Jadi saat itu tak ada keberanian untuk bercita-cita. Lantas saya diajak teman. Saya melihat Taekwondo, meski olahraga keras, tapi seksi,” ucap lulusan Institut Theologia Mahkota Zion International Jakarta 2008 ini. Semula, pada umur tujuh tahun, ayah Alfons, YH Tekwan Imang pindah tugas mengajar di SD Katolik 1 WR Soepratman Samarinda, dimana Alfons lantas melanjutkan pendidikannya. “Umar Bakrie” itu pun memboyong keluarga hijrah ke Samarinda. Berkat belajar Taekwondo, dirinya mampu menghindari perilaku negatif dari lingkungan sekitar. Maklum, dirinya menyebut saat itu tinggal di “Texas”nya Samarinda. Pergaulannya pun berada di lingkungan anak-anak putus sekolah dan buruh pengangkut pasir. “Orang tua mendukung saya belajar Taekwondo. Yang terpenting bisa membuat saya melakukan kegiatan positif. Daripada berkeliaran di jalan. Taekwondo ini yang menyelamatkan saya dari pengaruh buruk lingkungan,” tutur bapak dua anak ini. Olahraga yang dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai “seni tangan dan kaki” atau “jalan” atau “cara kaki dan kepalan” ini ditekuninya hingga masuk ke jenjang SMA. Hasil latihannya bertahun-tahun pun dilirik oleh kepengurusan Taekwondo. Hingga ketika baru menjalani satu semester di SMA 5 Samarinda, dia dikirim menjalani pemusatan latihan di Sekolah Khusus Olahragawan Ragunan, Jakarta. Peluangnya semakin terbuka untuk menjadi atlet profesional. Saat itu di 1989, ia lulus mengikuti Pra-PON dan dikirim sebagai perwakilan Kaltim di PON XIII Jakarta. Hasil perjuangannya berbuah manis. Dirinya menyabet medali perak. Nama Kaltim yang sebelumnya tak bersinar, mampu mensejajarkan diri lewat Taekwondo. “Saat itu senang sekali. Apalagi membawa nama Kaltim menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya,” katanya. Meski dukungan keluarga diungkapkannya tidak sampai berada di tengah pertandingan. “Banyak anak yang diurus. Yang terpenting bagi mereka (orang tua), saya mampu untuk berprestasi,” tambah Alfons. Dari enam saudaranya, hanya Alfons yang menjadi atlet. Kariernya sebagai atlet pun semakin bersinar. Dari lima PON yang pernah diikutinya, empat kali dia mendapat medali perak. “Saya jadi spesialis medali perak,” kekehnya. Kemudian puncaknya ketika 1994 di Asian Games, bendera Indonesia mampu berkibar lewat tendangan dan pukulan anak ketiga dari enam bersaudara ini. Ayah dari Sheila Alvira dan Timotius Gean ini lantas memutuskan pensiun menjadi atlet nasional di 2001. Dirinya ingin ada regenerasi baru yang bisa membawa Kaltim meraih prestasi lebih tinggi. Ia pun memtuskan menjadi pelatih Taekwondo. Meski sudah tidak menjadi atlet lagi, Alfons mengatakan jika Taekwondo tak bisa lepas dari kehidupannya. “Banyak teman yang saya dapat dari Taekwondo. Habitat saya dan pasangan hidup pun saya temukan di sini,” ujar suami Eny Pangestuningsih ini. Ada aturan dan filosofi bagi kami yang terjun di dunia Taekwondo. Yakni mengajarkan, membimbing, dan membina generasi selanjutnya. “Dan hasilnya, Taekwondo Kaltim kini berkembang pesat dan prestasinya melampaui generasi saya dulunya,” kata pria yang memakai sabuk hitam saat kelas satu SMA ini. Kini darah atletnya menurun ke anaknya, Sheila Alvira. Kini putrinya itu merintis karier menjadi atlet junior di Sekolah Khusus Atlet Indonesia (SKOI) Kaltim di cabang yang sama, Taekwondo. (*/rdh/wan)

15 September 2012

PON Riau PBTI Gunakan PSS dalam Pertandingan

PON Riau

PBTI Gunakan PSS dalam Pertandingan PEKANBARU, KOMPAS.com -- Pengurus Besar Takwondo Indonesia (PBTI) membuat terobosan dengan menggunakan Protector Score System (PSS) dalam pertandingan PON XVIII Riau. PSS yang digunakan pada nomor Kyorugi ini mampu memberikan hasil penilaian yang akurat, obyektif, sekaligus menghilangkan keraguan dari kontingen yang menyaksikan atletnya bertanding. PSS ini berbentuk chip yang dilekatkan pada body protector (pelindung tubuh) yang dikenakan atlet. Dan, PSS ini untuk pertama kalinya dipakai dalam ajang PON. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBTI, Dasantyo Prihadi mengatakan, dengan PSS ini taekwondo menjadi olahraga yang jauh lebih terukur dan obyektif. Unsur subyektifitas dalam penilaian pertandingan dapat ditekan secara maksimal. Azas fairness sangat dijunjung tinggi, karena sebelum pertandingan, setiap unit PSS yang terpasang di badan atlet, dites secara terbuka. Bahkan, penonton pun turut menyaksikannya. "Sistem penilaian ini semacam ini amat dibutuhkan untuk atlet dan pelatih sebagai cara yang obyektif dalam memberi penilaian. Selain juga mutlak harus dikuasai dan dipahami oleh wasit dalam memimpin pertandingan. Terlebih pada atlet yang bertanding itu," kata Dasantyo. Ketua Pengda PBTI Sumatera Utara, Meher Banshah mengatakan, PSS terbukti telah mendorong terciptanya pertandingan yang fair dan obyektif. Ia juga sangat puas dengan pencapaian prestasi atletnya pada pertandingan pertama ini. "Dengan digunakannya alat ini, kami sangat puas. Pertandingan taekwondo saat ini menjadi jauh lebih baik. Khusus untuk Sumut, kami akan segera menerapkan penggunaan alat ini," ujarnya. Editor : Nasru Alam Aziz

12 September 2012

DPRD Kaltim Ikut Pompa Semangat Atlet PON XVIII

DPRD Kaltim Ikut Pompa Semangat Atlet PON XVIII Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Ketua DPRD Kaltim, HM Mukmin Faisyal HP, bersama istrinya, Ny Hj Sarminah hadir di Pekanbaru, Riau untuk ikut memompa semangat atlet-atlet "Benua Etam" yang bertanding di ajang PON XVIII-2012. Kedatangan mereka di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Senin (10/9), bersama Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak dan istri, Ny Hj Amelia Suharni Faroek serta Kajati Kaltim, Muhammad Salim, disambut Pengurus Besar (PB) PON XVIII dengan pengalungan bunga dan upacara adat Melayu. "Saya bersama sejumlah teman-teman anggota DPRD Kaltim lainnya sengaja datang di Riau untuk menyemangati atlet-atlet PON XVIII Kaltim, selain sebagai Ketua DPRD, saya juga mendapat undangan menghadiri upacapa pembukaan PON XVIII. Kita semua tentu sangat berharap Kaltim tetap mampu mempertahankan peringkat tiga besar, walaupun itu tidak mudah," kata Mukmin Faisyal usai disambut atraksi pencak silat dan prosesi adat sekapur sirih. Selama berada di Pekanbaru, Riau, Mukmin Faisyal, Gubernur Awang Faroek Ishak dan rombongan mengadakan pertemuan dengan Ketua Kontingen PON XVIII Kaltim, H Harbiansyah Hanafiah beserta jajarannya di posko Balai Latihan Kehutanan Riau di Jalan HR Soebrantas. Selain itu juga mengunjungi venus-venus tempat atlet Kaltim bertanding. Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kaltim, H Hadi Mulyadi sempat memberikan semangat kepada atlet-atlet gulat PON XVIII Kaltim. Ketua Fraksi Golkar, HM Syahrun HS, yang juga Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kaltim mendampingi atletnya bertanding di Kuansing. Begitu pula Sekretaris Fraksi Golkar, H Suwandi, yang menjabat Ketua Umum Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kaltim juga menemani atletnya bertanding di Pekanbaru. "Alhamdulillah senam menyumbangkan medali perak bagi kontingen Kaltim," kata Wakil Ketua Komisi IV yang juga Ketua Umum Pengprov Senam (Persani) Kaltim, Hj Encik Widyani, usai mendampingi atletnya bertanding di Pekanbaru. Sejumlah anggota DPRD Kaltim yang menjadi Ketua Umum Pengprov cabang olahraga (Cabor), seperti Andi Harun (taekwondo), M Adam (tarung drajat), Mudiyat Noor (atletik), Sudarno (panjat tebing), Dahri Yasin (selam), Rusman Ya’qub (boling) dan lainnya juga hadir memberi semangat atletnya masing-masing. Terlihat juga Ketua Komisi IV, H Ahmad Abdullah, anggota Komisi II, Abdurahman Alhasni, anggota Komisi IV, Lelyanti Ilyas, Masitah dan Puji Astuti serta anggota Komisi III, Hj Kasriyah. Pada PON XVII-2008 silam, Kaltim yang mengirimkan 1.020 atlet dan 404 ofisial untuk mengikuti 43 cabang olahraga sukses meraih peringkat tiga besar, dengan menyabet 116 medali emas, 111 perak dan 115 perunggu. "Tak mudah mempertahankan peringkat tiga besar, tapi dengan dukungan semangat para anggota Dewan dan doa seluruh rakyat Kaltim, semoga perjuangan para atlet dan pelatih memperoleh hasil maksimal," kata Mukmin Faisyal. (Humas DPRD Kaltim/adv/mir) Editor: Arief Mujayatno

Satu Bulan Latihan di Korsel SAMARINDA. Tim taekwondo Kaltim berjuang keras untuk mempertahankan predikat juara umum PON. Selain berlatih keras selama puslatda, taekwondoin Kaltim juga menjalani try out dalam negeri. Namun itu dipandang belum cukup mengingat persaingan taekwondo secara nasional terbilang berat. Taekwondoin Benua Etam rencananya akan bertolak ke Korea Selatan, tepatnya Kota Suwon, Provinsi Kyongki Do. 10 taewondoin akan berlatih di wadah khusus selama satu bulan. "Keberangkatan ini merupakan dukungan dari bapak angkat taekwondo. Rencananya taekwondo menjalani training camp selama satu bulan," ujar Alfons T Lung, sekum Pengprov TI Kaltim kepada Sapos. Di negara asal tempat taekwondo ditemukan itu, Junaidi Alfred dkk tak hanya latihan. Mereka juga akan menjalani lawan tanding dengan taekwondoin Negeri Ginseng yang terkenal memiliki kualitas bagus. Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan taekwondoin dari segi teknik maupun fisik. "Selain latihan teknik dan fisik, sesekali mereka akan sparring dengan taekwondoin Korea," ungkapnya. PELATIH KOREA Sementara itu, Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim tak hanya fokus mempersiapkan atlet yang akan bertanding di PON Riau. Sejak jauh hari organisasi yang dipimpin Andi Harun ini juga mempersiapkan atlet nomor poomsae (seni) di masa mendatang. Alfons mengatakan Kaltim mendapat bantuan dari Kedutaan Besar Korea Selatan dalam tenaga pelatih poomsae. Lee Jae Wook, pelatih yang diutus Kedubes Korsel melalui Korea Internasional Cooperation Agency (Koica) untuk menangani atlet poomsae Kaltim. "Tahun ini ada enam pelatih untuk taekwondo yang disebar ke seluruh Indonesia. Salah satunya Lee Jae Wook yang akan menangani poomsae Kaltim," jelas Alfons. Lee akan melatih atlet poomsae untuk SMP dan SMA. Masa kerjanya dua tahun terhitung sejak 23 Juni lalu. Saat ini Lee masih melakukan orientasi lapangan. Dengan kedatangan Lee, lanjut Alfons, diharapkan bisa memaksimalkan poomsae. Untuk PON Riau, nomor poomsae Kaltim tidak lolos ke PON. "Kaltim ini minim pelatih poomsae. Dengan pengalaman Lee, diharapkan bisa meningkatkan prestasi poomsae," tegasnya. (nin)

dojang

Dapat Medali, Bonus Cash And Carry Senin, 10 September 2012 Dapat Medali, Bonus Cash And Carry Janji Andi Harun untuk Atlet Taekwondo SAMARINDA. Para taekwondoin Kaltim yang akan berlaga di PON XVIII/2012 di Riau, dipastikan tampil dengan semangat ganda. Pasalnya Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim, H Andi Harun menjanjikan bonus tunai. Ya, Andi Harun menegaskan kalau dirinya akan langsung memberikan bonus pada taekwondoin peraih medali. "Begitu taekwondoin kita dapat medali, maka bonus cash and carry saya berikan di arena pertandingan," terang Andi Harun. Pernyataan tersebut disampaikannya di sela-sela pelepasan atlet taekwondo Kaltim kemarin siang, di Dojang Taekwondo di kawasan Polder Air Hitam, Jl AW Sjahranie. Kaltim sendiri meloloskan 10 taekwondoin di PON kali ini. Sementara untuk cabor taekwondo dimulakan mulai 14-17 Oktober mendatang. Andi Harun mengatakan, para taekwondoin diharapkan mampu mempertahankan gelar juara yang direbut Kaltim pada PON 2008 lalu. "Tugas tersebut memang tidaklah mudah, tetapi saya yakin kalian bisa melakukannya dengan terlebih dahulu bermimpi untuk itu. Di Riau kalian wujudkan mimpi tersebut," ujar Andi Harun dalam sambutannya. Ia juga menjelaskan, di acara kemarin baju yang dikenakan atlet, pelatih maupun ofisial taekwondo Kaltim diberi lambang satu bintang di dada kiri. Hal itu sebagai lambang kalau Kaltim sudah sekali menjadi juara di ajang besar seperti PON. "Sekarang kita harus bisa mewujudkan mimpi memasang dua bintang di baju kita usai PON nanti. Memang bukan pekerjaan mudah, tetapi dengan ambisi mengejar mimpi, saya yakin kalian bisa mendapatkannya," tegas Andi Harun yang langsung disambut ekspresi penuh semangat atletnya. Pada perhelatan PON 2008 lalu, Kaltim merebut lima emas dan memastikan diri menjadi juara. Di Riau nanti, Andi Harun juga mengestimasikan jumlah yang sama untuk mempertahankan gelar juara. "Persaingan saya pikir bakal lebih ketat. Tapi kita sudah bisa membuktikannya di Kaltim 2008 lalu. Selama 20 tahun lebih juara taekwondo tak pernah lepas dari pulau Jawa. Dan sekarang bertanding di tempat netral, kita akan bersaing kembali dengan daerah Jawa. Dengan lima atau enam emas, saya yakin kita bisa mempertahankan apa yang kita dapat di 2008," katanya lagi. Pada acara pelepasan itu pula, Andi Harun memberi apresiasi kepada atlet dan pelatih PON 2008. Sebanyak 20 unit motor diserahkan sebagai tanda terima kasih Andi Harun dan pengurus TI Kaltim atas perjuangan atlet 4 tahun silam. "Untuk di Riau, saya tak bisa membeberkan apa yang akan saya berikan kalau atlet bisa mempertahankan gelar. Yang jelas pasti ada dan saya usahakan lebih besar nilainya dari yang ada sekarang," katanya mengakhiri. (upi/agi) Sumber : samarinda Pos

30 May 2011

dojang

dojang taekwondo Kaltim

dojang taekwondo Kaltim

02 September 2010

Berharap Bisa Transfer Ilmu Rencana TI Kaltim Rekrut Pelatih Korsel

Rabu, 1 September 2010
Sumber : Samarinda Pos

SAMARINDA. Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim merekrut pelatih asal Korea Selatan (Korsel) untuk mempertahankan gelar juara umum di PON. Nantinya akan ada 2 pelatih menangani tim Kaltim, 1 pelatih untuk tim senior dan 1 untuk junior.
Ketua Binpres Pengprov TI Kaltim Alfons T Lung kepada harian ini mengatakan, pelatih tim senior akan memulai tugasnya pada 2010 sebagai persiapan taekwondo Kaltim menuju pra kualifikasi PON dan PON XVIII/2012 di Riau. "Sementara untuk pelatih tim junior mulai bertugas pada 2011," ujar Alfons.
Kaltim dibantu mantan pelatih taekwondo Indonesia, Oh Ill Nam, untuk mencari pelatih berkualitas di Negeri Ginseng tersebut. TI Kaltim, lanjut Alfons, nantinya akan disodori tiga nama namun hanya dua pelatih yang dipilih. "Kami sudah serahkan kriteria pelatih yang diinginkan. Nantinya Oh Ill Nam itu yang akan menghubungkan dengan pihak di Korea," imbuhnya.
Disebutkannya, kedua pelatih itu dikontrak hingga PON Riau usai. Namun tugas pelatih asing itu hanya mendampingi atlet ketika bertanding. Sementara pelatih kepala tetap dipegang pelatih asal Kaltim. Sementara program latihan dirumuskan bersama-sama dengan pelatih lokal.
"Tugas pelatih asing hanya mendampingi. Ketika bertanding tetap pelatih kepala yang turun," tukasnya.
Alfons menjelaskan, ada satu misi yang ingin diraih TI Kaltim dengan mendatangkan pelatih asing. Yaitu adanya transfer ilmu tentang metode kepelatihan dari pelatih Korsel ke pelatih lokal. Sehingga ketika pelatih Korsel tersebut kembali ke negara asalnya, TI Kaltim tak ketergantungan.
"Paling penting itu kan transfer ilmunya. Kalau mereka jadi pelatih kepala juga ada kendala, misalnya, waktu yang mepet serta kendala komunikasi dengan pelatih lainnya dan atlet," tandas mantan taekwondoin nasional ini.
Ditambahkannya, dengan raihan 3 keping emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Malang, Jatim, menunjukkan persaingan di taekwondo nasional kian ketat. Faktanya Kaltim bukan satu-satunya daerah yang menggunakan pelatih asal Korsel. Daerah lain seperti Aceh yang memulai lagi pemusatan latihan pasca tsunami 2004, juga menggunakan pelatih Korsel.
"Bahkan Jateng rencananya akan mengirimkan atletnya latihan di Korea selama satu bulan. Kita juga sebenarnya akan seperti itu," jelas Alfons lagi.
Keputusan menggunakan dua pelatih sekaligus juga bukannya tanpa alasan. TI Kaltim ingin memperpendek kesenjangan kualitas antara taekwondoin senior dan junior. "Gap antara senior dan junior sekarang ini agak jauh. Karena itu selama ini kita masih mengandalkan atlet eks PON. Dengan adanya pelatih asing, mudah-mudahan perbedaan kualitas tidak terlalu jauh," pungkasnya. (nin)

28 August 2010

Persiapan PON XVIII Riau Taekwondo Kaltim Datangkan Dua Pelatih Korea

Sabtu, 28 Agustus 2010
sumber : Samarinda Pos

SAMARINDA. Berhasil menjadi jawara di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2010, Malang Jatim beberapa waktu lalu tak menjadikan taekwondo Kaltim berpuas diri. Para atlet dan pelatih serta segenap pengurus Pengprov Kaltim sepakat untuk terus mempersiapkan diri demi mempertahankan predikat juama umum di pekan olahraga nasional empat tahunan tersebut.
Kaltim bertekad membuktikan bahwa keberhasilan Kaltim menjadi juara umum di PON XVII 2008 lalu bukanlah semata karena faktor tuan rumah.
Keseriusan itu dibuktikan dengan rencana didatangkannya pelatih dari Korea untuk menempa taekwondoin Kaltim. "Dalam waktu dekat akan kita datangkan dua pelatih dari Korsel untuk ikut menggembleng taekwondoin kita," ujar Ketua Pengprov TI Kaltim H Andi Harun didampingi Binpres TI Kaltim, Alfons T Lung.
Keberadaan dua pelatih itu menurutnya diharapkan bisa membantu Kaltim merealisasikan tekad mempertahankan juara umum di PON XVIII, Riau. "Ini bukti bahwa kita (Kaltim,Red) serius. Kita buktikan bahwa Kaltim tidak bisa dipandang sebelah oleh daerah lain," tegasnya.
Dua pelatih tersebut menurut Andi Harun saat ini masih diseleksi, karena dipastikan Kaltim tidak akan sembarangan mendatangkan pelatih. "Ada kriteria khusus yang kita minta. Jadi kita tak sembarangan saja mendatangkan pelatih. Kita minta pelatih yang datang itu benar-benar berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan kemampuan kepelatihannya," sebut Andi Harun.
Disinggung mengenai anggaran mendatangkan pelatih itu Andi Harun menegaskan dua pelatih itu masing-masing satu pelatih akan ditanggung biayanya oleh Pengprov TI Kaltim dan satunya lagi akan ditanggung oleh swasta.
Soal kriteria, lebih detail Alfons mengatakan dua kriteria utama adalah pelatih tersebut punya pengalaman minimal lima tahun memegang tim. "Pelatih itu juga kita cari yang masih muda dan kuat atau masih bisa diajak spparing. Dia juga minimal pernah juara nasional di negaranya," pungkas Alfons.(agi)

Puasa, TI Kaltim Tetap Genjot Atlet

Sabtu, 28 Agustus 2010 , 08:51:00
Sumber : Kaltim Pos

Normal Dua Kali Sehari, Puasa Cukup Sekali

SAMARINDA - Semakin dekat berlangsungnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau membuat Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kaltim terus menggenjot atletnya agar lolos dalam Pra-PON yang diperkirakan dimulai Juni 2011 mendatang.

Kendati saat ini porsi latihan cenderung tereduksi karena puasa, tapi taekwondoin Kaltim terus mendapatkan latihan intensif yang di pusatkan di GOR Stadion Madya Sempaja Samarinda.

“Anak-anak tetap latihan. Tapi porsinya memang dikurangi,” ungkap Eny Pangestuningsih, salah satu pelatih taekwondo putri Kaltim.

Eny mengatakan, untuk taekwondoin yang menjalankan ibadah puasa, maka porsi latihan hanya diberikan selama 2 jam, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 Wita.

“Kita memberikan latihan dengan melihat kondisi atlet. Kalau memang bagus dan cuacanya mendukung maka latihan dijalani dua jam. Sementara untuk yang non-muslim latihan tetap dua kali sehari, pagi dan sore,” tambahnya.

Memang saat ini, Pengprov TI Kaltim belum menentukan siapa yang akan mewakili Kaltim untuk mengikuti Pra-PON. Tapi, Eny tak mengelak jika hasil Kejurnas Taekwondo yang digelar di Malang awal Agustus lalu menjadi bahan pertimbangan.

“Biasanya, sebelum ditentukan siapa yang akan mewakili Kaltim, Pengprov akan menggelar Kejurda Pra-PON tiga bulan sebelum keberangkatan. Dan, paling lambat sebulan sebelum Pra-PON tim sudah terbentuk,” jelas Eny.

Saat ini, sebanyak 14 taekwondoin tengah menjalani Pemusatan Latihan Terpadu Daerah (Puslatda) di GOR Madya Sempaja. Mereka sudah menjalani latihan sejak Mei lalu.

Sementara itu, prestasi taekwondoin Kaltim di tingkat nasional cukup lumayan. Dalam Kejurnas di Malang awal Agustus lalu, Kaltim sukses menggondol 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu di kategori senior. Dengan torehan ini, Kaltim pun menjadi juara umum untuk kategori senior. (*/nan)

27 August 2010


26/07/2007 06:17 | Taekwondo
sumber : Liputan6.com

Liputan6.com, Seoul: Federasi Olahraga Taekwondo Dunia (WTF) menganugerahkan sabuk hitam kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Universitas Kyung Hee, Seoul, Korea Selatan, baru-baru ini. Penghargaan itu diberikan karena Presiden Yudhoyono dinilai berjasa mengembangkan taekwondo di Indonesia. Saat ini, taekwondo adalah salah satu ilmu bela diri yang paling banyak diminati di Tanah Air selain karate

Presiden Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan tingkatan tertinggi dalam olahraga bela diri ini bisa lebih mempererat hubungan kedua negara, Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyaksikan atraksi para taekwondoin dari Universitas Kyung Hee.(YNI/Tim Liputan 6 SCTV)

Wagub Jabar Ikut Ujian Kenaikan Sabuk Hitam Taekwondo


Sabtu, 15/05/2010 11:06 WIB

Sumber - detikBandung

Dede Yusuf Ujian Taekwondo

Bandung - Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengikuti ujian kenaikan sabuk hitam olahraga bela diri tae kwon do di GOR Pajajaran, Sabtu (15/5/2010). Ujian dilakukan bersama 384 peserta lainnya.

Ujian dibuka oleh Dede Yusuf pada pukul 09.00 WIB. Dituturkan Ketua Pelaksana ujian kenaikan tingkat sabuk hitam Jawa Barat Harry Ishak meskipun wagub jadi peserta ujian namun tidak dibedakan baik dari segi penilaian maupun lainnya.

"Untuk kenaikan tingkat dan materinya sama, tidak ada yang membedakan, jadi ya memungkinkan juga jika harus diulang," ujar Harry saat ditemui disela-sela acara.

Wagub, lanjut Harry, melakukan ujian dari tingkat Dan 4 ke Dan 5. Di Indonesia, tingkatan tertinggi baru mencapai Dan 8.

"Sebetulnya kalau Wagub mengikuti ujian sebelum-sebelumnya, mungkin jadi salah satu pemegang sabuk tertinggi di Indonesia. Mungkin karena kesibukannya beliau tidak bisa mengikuti," ujar Harry.

Menurut Harry, ujian kenaikan tingkat di sabuk hitam hanya setahun dua kali. Untuk ujian kali ini, wagub akan ujian bersama 3 orang peserta lainnya di tingkat yang sama.

"Hari ini pengumuman akan langung dilakukan usai ujian," jelasnya.

Pantauan detikbandung, sebelum ujian, wagub bersiap berlatih di luar arena pertandingan. Disela-sela itu, dia harus melayani beberapa peserta dan pengunjung untuk berfoto.

Wagub mengenakan seragam tae kwon do dan sabuk hitam bertuliskan 'Dede Yusuf' dan 'Jawa Barat.(ema/ema)

PB TI Biayai Sendiri Kuota Tambahan

Sumber : Jawa Pos

JAKARTA - PB Taekwondo Indonesia (TI) rela berkorban demi mencapai prestasi maksimal di Asian Games XVI/2010. Karena Program Indonesia Emas (Prima) hanya membiayai enam taekwondoin untuk dikirimkan ke even di Guangzhou itu, PB TI akan membiayai sendiri keberangkatan sebagian atlet lainnya.

Demi tampil maksimal dan menembus target satu emas, PB TI membutuhkan 12 atlet untuk turun full team. Rinciannya, enam atlet pria dan enam atlet perempuan. Hal itu diutarakan kepada para pengurus KONI dan satuan pelaksana Prima.

Tapi, mereka tetap tidak bisa mengabulkan keinginan induk olahraga bela diri asal Korea Selatan (Korsel) di Indonesia itu. "Kami tidak bisa memaksa lagi. Sebab, yang menjadi alasan adalah keuangan," ucap Yosef Hungan, manajer pelatnas taekwondo, kemarin (26/7).

Karena tidak bisa mengharapkan KONI dan Prima, TI mengambil inisiatif sendiri. Mereka akan memberangkatkan tambahan enam taekwondoin lainnya.

Yosef mengatakan, pihaknya telah menyampaikan hal itu kepada KONI dan Prima. Mereka pun mengizinkan PB TI untuk memberangkatkan enam taekwondoin tambahan ke Asian Games yang dihelat pada November mendatang.

PB TI diberi target untuk mempertahankan raihan medali yang mereka dapatkan pada Asian Games 2006 di Doha. Ketika itu, mereka sanggup menyumbangkan sekeping perunggu bagi Merah Putih. "Kali ini, kami berharap bisa melampaui target dan mendapatkan satu medali emas di Asian Games," ujarnya.

Saat ini PB TI tengah menggembleng atlet pelatnas di kompleks pemusatan latihan PB TI di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Jumlah seluruh atlet yang digembleng di sana 34 orang. Mereka berada di bawah arahan pelatih kepala Lam Ting dan dua asistennya, Budi Setiawan dan Satriono. Mereka adalah taekwondoin proyeksi Asian Games dan SEA Games XXVI/2011

Enam taekwondoin yang berangkat atas biaya TI sudah digaransi mendapatkan tiket ke Asian Games. Sedangkan enam sisanya masih terus dicari sampai entry by name ditutup sebulan menjelang Asian Games.

Dua kejuaraan yang dijadikan media untuk memantau adalah kejuaraan nasional (Agustus) dan Korea Open (September). Kejurnas itu sekaligus menjadi ajang seleksi tim Indonesia yang akan tampil pada Korea Open. (nar/c8/ang)

Taekwondo Jateng Targetkan Juara Umum PON

Bola.net - Pengurus provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah periode 2009-2013 ingin mengembalikan prestasi provinsi ini kembali menjadi juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau.

Ketua Umum Pengprov TI Jateng, Sudarsono Chandrawidjaya di Semarang, Selasa malam, usai pemberian bonus kepada atlet yang meraih medali pada kejurnas taekwondo di Magelang beberapa waktu lalu, mengatakan, pada PON XVI/2004 Sumatera Selatan, Jateng berhasil meraih gelar juara umum dengan merebut enam medali emas.

Tetapi pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur, Jateng hanya mampu meraih empat medali emas. "Makanya, pada PON di Riau mendatang kita menginginkan kembali menjadi juara umum lagi," katanya.

Untuk kembali menjadi juara umum, menurut dia, pengurus yang baru ini akan mengubah sistem pembinaan yang ada selama ini.

"Kalau dulu pembinaan hanya terpusat di Kota Semarang maka pada kepengurusan sekarang ini akan dibagi tiga daerah sebagai pusat pembinaan taekwondo Jateng, yaitu Semarang, Solo, dan Banyumas," jelasnya

Menurut dia, bagi atlet yang tidak bisa ke Semarang karena kesulitan meninggalkan daerahnya maka yang bersangkutan bisa berlatih di Solo atau Banyumas, sesuai letak geografis di mana atlet tersebut tinggal.

Kemudian, kata dia, mulai 2010 akan menggelar Sirkuit Taekwondo Jateng. "Sirkuit ini sebagai ajang bagi atlet-atlet dari daerah untuk bisa menunjukkan prestasinya setelah menjalani latihan," katanya. (bola/zul)

sumber Bola.net

Macho Gagal ke Semifinal

Sumber : Koran Jakarta
Jumat, 20 Agustus 2010

SINGAPURA – Harapan kontingen Indonesia untuk menempatkan wakilnya di semifinal cabang taekwondo Youth Olympic Games 2010 kandas.

Kondisi itu terjadi setelah satu-satunya wakil Indonesia, Macho Virgonta Hungan, tak berdaya menghadapi keperkasaan atlet China, Liu Chang, pada babak perempat final di International Convention Centre, Kamis (19/8).

Seperti dikutip situs panitia penyelenggara, Macho yang tampil di kelas 73 kilogram menyerah 2-7 dari Chang dalam tiga ronde yang dimainkan di Hall 401. Berhadapan dengan Chang, Macho (tinggi badan 174 sentimeter) harus menghadapi tantangan berat karena pada ronde pertama ia sama sekali tak berhasil meraih angka.

Sebaliknya, Chang yang bertinggi badan 190 sentimeter itu langsung melaju dengan mengumpulkan empat poin. Pada ronde kedua, Macho hanya meraih satu angka, tetapi pada ronde ketiga pertandingan yang dipimpin wasit Carmen Navarro dari Spanyol itu, Chang sempat unggul dengan 3-1.

Chang akhirnya dinyatakan sebagai pemenang dengan skor telak 7-2. Pada perempat final lainnya, Yazan Alsadeq (Jordania) lolos ke semifinal setelah menundukkan Jose Ramos (Meksiko) dengan angka tipis 6-5.

Pertarungan sengit juga terjadi antara Ibrahim Ahmadsei (Jerman) dan Aliaksandr Shmakau (Belarusia) yang dimenangi Ibrahim dengan skor tipis 6-5.

Sedangkan pebalap sepeda putri Indonesia, Elga Kharisma Novanda, juga gagal menambah perbendaharaan medali bagi kontingen Indonesia setelah menempati urutan ketujuh pada final junior BMX putri, Kamis.

Elga membukukan waktu 39,624 untuk menempati peringkat ketujuh dalam lomba di Tampines Bike Park itu. Dia tak mampu membendung keperkasaan Mayara Perez (Brasil) yang tampil juara dengan catatan waktu 35,698 detik pada putaran final yang dimulai pukul 16.10 waktu setempat.

Untuk medali perak dan perunggu diraih Kirsten Dellar (Australia/36,133) dan Maartje Hereijgers (Belanda/36.457).

Elga lolos ke final setelah pada semifinal sebelumnya di kelompok “heat” kedua mencatatkan waktu 40,798 detik dan tertolong menempati urutan keempat dari delapan kontestan.
xav/Ant/S-1

Seratus Atlet Akan Diasramakan

Rabu, 17 Maret 2010 , 08:34:00
Sumber : Kaltim Pos

SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim tidak main-main jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau 2012 mendatang. Berperingkat tiga pada PON XVII Kaltim 2008 lalu, Dispora tidak mau ambil risiko prestasi Kaltim turun.

Sebagai antisipasi mempertahankan prestasi tersebut, Dispora Kaltim memaksimalkan sekolah olahraga sebagai jalan keluar. Tak tanggung-tanggung, angkatan pertama akan dimulai bersamaan dengan pelaksanaan tahun ajaran baru yang diperkirakan Juni mendatang.

“Sekolah olahraga sudah menjadi agenda kami di tahun 2010 ini. Realisasi penerimaan akan dilakukan bertepatan dengan penerimaan siswa baru,” kata Kadispora Kaltim Masri Hadi ditemui Kaltim Post di ruang kerjanya, Senin, (15/3).

Ia mengungkapkan, sekolah atlet angkatan pertama sementara dibatasi 20 cabang olahraga (cabor) unggulan. Kuota yang disediakan untuk sementara sebanyak 100 siswa, terdiri dari 55 atlet putra dan 45 atlet putri yang nantinya diasramakan.

Untuk sementara, Dispora memilih untuk cabor-cabor perorangan sebagai unggulan. Cabor atletik, tenis meja, tenis, layar, renang, pencak silat, taekwondo, karate, kempo, judo, gulat, panahan, angkat besi/berat, dayung, senam, anggar, balap sepeda, panjat tebing, wushu, dan sepatu roda mendapatkan prioritas sekolah olahraga.

Sementara itu, daerah penempatan sekolah masih menjadi pembahasan Dispora dengan KONI dan Dispora dari tiap-tiap daerah. “Yang jelas, disesuaikan prestasi cabor dari tiap-tiap daerah. Selain itu, fasilitas pendukung juga menjadi perhatian kami. Saya harap, tiap daerah bisa siap jika nanti ditunjuk sebagai home base dari cabor tertentu,” ungkapnya. (*/nan)

Taekwondoin Raih Prestasi Nasional

Selasa, 17 Agustus 2010 , 09:09:00
Sumber : Kaltim Pos

Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
Hampir bersamaan, atlet taekwondo Kubar mengikuti dua even nasional. Yang pertama mewakili Kaltim pada Kejurnas Taekwondo Senior-Junior di GOR Ken Arok Malang, Jawa Timur, 4-7 Agustus 2010. Yang kedua mewakili Politeknik Sendawar pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) VIII Politeknik se-Indonesia di Bandung 1-7 Agustus 2010.
Pelatih taekwondo Kubar Roosilawati mengatakan, pada Kejurnas di Malang atlet Kubar mendulang 2 medali perunggu, yaitu oleh Jupli Gunawan di kelas under 51 kg junior dan Linda pada under 67 kg junior. “Jupli Gunawan berasal dari Kampung Datah Bilang Kecamatan Long Hubung dan Linda dari Kecamatan Barong Tongkok,” jelas Roosilawati.
Sementara itu manajer tim taekwondo Politeknik Sendawar yang mendampingi atlet selama Porseni di Bandung, Jumadi Kandok mengatakan, taekwondoin Politeknik menyabet 1 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Medali Emas diraih Derli Ruben kelas under 67 senior, medali perak oleh Julius kelas under 58 senior, dan Melania A Christi kelas under 59 senior putri. Sedangkan medali perunggu oleh Yonathan kelas under 62 senior putra.
“Cabang yang dipertandingkan di orseni ini terdiri dari 10 cabang olahraga, 4 cabang seni, dan 5 cabang eksebisi,” sebut Jumadi. Porseni ini diikuti oleh 45 politeknik se-Indonesia.
Pelatih taekwondo Deddy Manze mengatakan, ke-2 pertandingan nasional ini dapat dijadikan ajang try out menghadapi Pekan Olahraga Provinsi di Bontang pada Desember 2010 ini. Dalam persiapan Porprov ini pihaknya akan mengevaluasi dan melakukan seleksi atlet yang terbagi dari beberapa ranting. Yakni Ranting SMAN 1 Melak, SMPN 2 Melak, SDK dan SMPK Barong Tongkok, SMPN 1 Barong Tongkok, Ranting Datah Bilang Kecamatan Long Hubung, dan Ranting Dilang Puti Kecamatan Bentian Besar. (hms11)

Polres Berau Juara Umum

Selasa, 13 April 2010 , 09:44:00
Sumber : Kaltim Pos
Kategori Tingkat Senior Kejuaraan Taekwondo

SAMARINDA - Final Kejuaraaan Taekwondo terbuka antar ranting, dojan, club taekwondo Provinsi Kaltim, Minggu (11/4), kemarin akhirnya ditutup. Untuk kategori senior juara umum disabet Polres Berau dengan empat emas, satu perak, posisis kedua dimenangkan Sendawar dengan dua emas, dua perak serta satu perunggu. Juara tiga dimenangkan PPTI Kaltim dua emas dan 2 perak.

Sedangkan untuk kategori Junior, juara umum pertama diraih Amalia Nunukan dengan 4 emas dan dua perak. Kemudian juara dua didapatkan Sendawar Taekwondo empat emas, satu perak, dan dua perunggu. Kukar Beringin sebagai juara tiga berhasil menggondol dua emas juga serta satu perak.

Kelas pra junior sendiri, Amalia Nunukan mencapai posisi puncak dengan 3 emas, satu perak dan. Sempaja Samarinda dengan dua emas dan tiga perunggu. Terakhir Bapor KPC menyabet 1 emas dan dua perak.

Kategori poomsae, juara umum diraih Sendawar taekwondo dengan dua emas dan tiga perak. Telkom Flexi Balikpapan mendapat dua emas, dua perak, dan 1 perunggu. Telkom Speedy sendiri membawa dua emas dan satu perunggu.

Sebagai penutup, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Kaltim Andi Harun mengatakan, pemenang selain mendapatkan trophi serta uang pembinaan nantinya kembali diseleksi untuk mengikuti kejurnas di Kota Malang bulan Juli. “Semoga atlet bisa terus berprestasi dan mengharumkan nama Kaltim,” terang calon Walikota ini.

Untuk diketahui, kejuaraan ini diikuti 12 Kabupaten/Kota dan 38 club seperti Balikpapan, Berau, Bontang, Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Nunukan, Paser, PPU, Samarinda, Tanah Tidung, dan Tarakan ini mempertandingkan dua kelas, tarung dan poomsae.

Khusus kelas tarung total terdapat 352 peserta dengan berbagai kategori senior, junior dan prajunior. Sedangkan poomsae diikuti 53 orang. Sehingga ditotal 403 peserta

Dalam pelaksanaannya kejuaraan yang diikuti 12 Kabupaten/Kota dan 38 club seperti Balikpapan, Berau, Bontang, Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Nunukan, Paser, PPU, Samarinda, Tanah Tidung, dan Tarakan ini mempertandingkan dua kelas, tarung dan poomsae.

Khusus kelas tarung total terdapat 352 peserta dengan berbagai kategori senior, junior dan prajunior. Sedangkan poomsae diikuti 53 orang, total 403 peserta. (*/ede)