Jum'at, 10 April 2009 , 14:20:00
SAMARINDA – Ancaman KONI mencoret taekwondo dari daftar cabang olahraga yang akan mengikuti Asian Martial Art Games (AMAG) di Bangkok akhir bulan ini disayangkan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Kaltim. Ancaman pencoretan cabang olahraga asal Korea ini dari kontingen Indonesia adalah kerugian besar Kaltim. Hal tersebut tidak lain karena 3 dari 7 atlet yang lolos seleksi nasional adalah atlet Kaltim. Mereka adalah Selvy A Rosok, Eka Sahara, dan Nurul Fadilah.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI Kaltim, Alfons T Lung, mengakui sangat kecewa jika rencana KONI mencoret taekwondo dari kontingen AMAG diwujudkan. Pasalnya kesempatan menimba ilmu dari persaingan dengan atlet kelas atas Asia akan tertunda.
“Ini kebanggaan daerah, dan akan sangat merugikan Kaltim kalau atletnya gagal berlaga di martial art games,” ucapnya.
Untuk diketahui, KONI pusat mengancam akan mengeliminasi cabor taekwondo dari kontingen Indonesia jika tidak bersedia menjalani pemusatan latihan di Samarinda.
Namun, konfirmasi terakhir yang dilakukan Alfons dengan PBTI Pusat, semua atlet yang saat ini masih menjalani pemusatan latihan di Jakarta akan boyongan ke Samarinda. “Kemungkinan lusa semua atlet sudah di Samarinda. Mudah-mudahan tak ada kendala, sehingga taekwondo tidak dicoret dari daftar ke Bangkok,” ujarnya.
Meski taekwondo hanya melakukan persiapan di Samarinda kurang dari 20 hari, karena pemberangkatan atlet ke AMAG pada minggu terakhir bulan ini, kesempatan ini akan dimanfaatkan PBTI Kaltim untuk menggelar latihan bersama. Atlet Kaltim yang merupakan atlet pada PON XVII akan mendapat sparring partner baru yang kualitasnya sudah teruji. Ini juga akan menjadi kesempatan atlet Kaltim menuju Pelatnas SEA Games Laos yang akan digelar pertengahan tahun ini.
“Kami memiliki sedikitnya 15 atlet yang potensial dan berkelas nasional. Jadi kedatangan atlet pelatnas memungkinkan kami meningkatkan kualitas atlet lokal,” tuturnya. (*/obi)
sumber: kaltimpos.co.id
http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=20937
21 June 2009
Tetap Inginkan Bangkok Atlet Taekwondo Bersedia Lakukan Pemusatan Latihan di Samarinda
Diposting oleh Taekwondoin Kaltim di 8:36 PM 0 komentar
Label: Kliping
02 May 2009
Kliping: Seleknas Martial Art Diundur

Kamis, 05 Maret 2009
JAKARTA, (PRLM).- Seleksi Nasional (Seleknas) untuk Asian Martial Art 2009 yang akan digelar pada 25 April-3 Mei mendatang di Thailand kembali ditunda. Seleknas yang semula dijadwalkan awal Maret lalu diundur pada 27-30 Maret mendatang karena kendala teknis.
Kendala teknis yang dimaksud adalah petunjuk pelaksanaan (jutlak) untuk seleknas yang saat ini masih di godog oleh pihak KONI, pihak Program Atlet Andalan (Pal), dan Kemenegpora. Seleknas ini akan digelar untuk lima cabor beladiri yakni karate, wushu, judo, taekwondo, dan pencak silat.
"Pengunduran ini sudah disepakati ketiga belah pihak, jadi sudah tidak ada kendala selain masalah jutlak seleknas. Sementara untuk pelaksanaan seleknas, untuk sementara masih Kaltim sebagai tuan rumah," tutur Komandan Pelatnas Asian Martial Art, Madju Daryanto Hutapea di Jakarta, Kamis (5/3).
Saat ini, menurut Madju, Pemerintah Daerah (Pemda) Kaltim masih membahas revisi anggaran. "Ini menyangkut birokrasi dengan DPRD setempat. Selain itu KONI Kaltim juga masih dalam masa transisi berikut Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda)," tuturnya. Namun, Kata Madju, jika pihak Kaltim tidak juga memberikan jawaban pasti kesiapan mereka menjadi tuan rumah hingga minggu depan, maka pihaknya siap untuk mengambil tindakan tegas. "Tidak bisa terus diundur, semua program bisa kacau. Karena saat ini satu-satunya halangan adalah dari Kaltim," imbuhnya.
Seleknas sendiri akan menseleksi 40 atlet dari lima cabor dan akan dipilih 35 atlet untuk diberangkatkan ke Bangkok, Thailand. Juara satu dari masing-masing cabang akan menjadi pilihan utama menuju Martial Art Games. Sedangkan peringkat berikutnya akan diteruskan berlatih menghadapi event lain seperti Islamic Solidarity, Asian Indoor Games hingga SEA Games 2009.
Satu-satunya cabang yang tidak ikut bergabung di Kaltim adalah taekwondo. Pasalnya PB TI menyatakan pihaknya siap menanggung semua biaya pelatnas yang sudah sejak lama diadakan di Muara Kapuk, Jakarta Utara. Sementara cabang judo yang semula bersikeras ingin menggelar pelatnas di Cilodong Sukabumi memilih bergabung di Kaltim. "Mereka tidak memiliki biaya jika menggelar pelatnas sendiri. Karena itu mereka siap jika latihan diadakan di Kaltim. Sementara untuk Taekwondo, pihak PB TI yang telah menggeber pemusatan latihan sejak akhir tahun lalu, menginginkan kondisi kondusif. Dikhawatirkan jika berpindah tempat akan mempengaruhi kondisi atlet," ujar Madju.
Peningkatan prestasi
Sementara PB TI mengaku, peningkatan prestasi selama pemusatan di Pusat Taekwondo Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara menjadi alasan utama disamping komplitnya sarana penunjang seperti fitness center dan kolam renang. Selain itu, dengan melakukan pelatihan bersama dengan atlet yang tergabung dalam Pal, para atlet pelatnas tidak kesulitan mencari lawan tanding.
"Domisili pelatih dan atlet yang mayoritas di Jakarta menjadi pertimbangan lain. Dengan begitu, kooordinasi akan lebih baik jika anak-anak berlatih di sini, baik dengan pengurus, antar-atlet, ataupun pelatihnya," kata sekjen PB TI Wahyu Hanggono. (A-161/A-26).***
sumber: ???
Diposting oleh Taekwondoin Kaltim di 1:16 AM 0 komentar
28 April 2009
Kliping: Seleknas Atlet Martial Art Bakal Ketat
Jakarta, Pelita
Seleksi nasional calon atlet yang akan diterjunkan ke event Asian Martial Art Games (AMAG) akan berlangsung ketat. Pasalnya, dari 154 atlet yang mengikuti seleksi hanya akan dijaring 39 atlet saja.
Seluruh atlet dari empat cabang olahraga peserta Pelatnas Terpadu akan menjalani Seleknas pada 27-29 Maret mendatang di GOR Sempaja, Samarinda, Kaltim. Kecuali cabang taekwondo di Jakarta.
Selain atlet Pelatnas Terpadu, Seleknas juga akan melibatkan 40 atlet beladiri yang terdaftar di PAL. Rincian peserta Seleknas secara keseluruhan dari cabang karate sebanyak 31 orang, wushu (12), pencak silat (25), judo (29), dan taekwondo (17).
Undangan untuk atlet PAL, menurut Komandan Pelatnas Madju Daryanto sudah disampaikan melalui induk organisasi masing-masing, dan juga Menegpora. Dalam balasan suratnya tanggal 5 Maret, Deputy IV Kemenegpora menjelaskan pasti akan menghadirkan atlet PAL.
Dengan demikian Seleknas untuk menetapkan anggota kontingen Indonesia ke Martial Art di Bangkok, 25 April-3 Mei akan berlangsung ketat. Tuan rumah Martial Art menetapkan quota atlet Indonesia hanya 39 orang atlet, untuk cabang karate (7), judo (8), silat (6), wushu (10), dan taekwondo (8).
Pelatnas Terpadu di Kaltim merupakan rangkaian persiapan atlet-atlet Indonesia menghadapi sedikitnya enam multievent internasional pada tahun 2009, terakhir SEA Games XXV di Laos, Desember. Dan, khusus para atlet cabang olahraga beladiri sudah akan tampil pada multievent Martial Art.
Kita akan mengambil atlet-atlet muda, maksimal berusia 25 tahun yang terbaik di masing-masing kelas atau nomor pertandingannya, kata Hendardji Supandji, Wakil Ketua KONI, dalam rapat koordinasi dengan manajer dari lima cabang olahraga tersebut, Minggu (22/3).
Terbaik yang dimaksudkan Hendardji bukan saja dilihat dari hasil kemampuan teknis, melainkan juga kondisi fisik maupun mental atlet. Seleknas diawali tes fisik, 27 Maret oleh instruktur asal Australia Greg Wilson. Sedangkan psikolog Pusparani Hakim dan kawan-kawan akan mencermati aspek mental atlet. (vic)
Sumber:
http://www.pelita.or.id/baca.php?id=67021
Diposting oleh Taekwondoin Kaltim di 8:15 AM 0 komentar
19 April 2009
Taekwondo Dapat Deadline
Komandan Pelatnas AMAG Madju Daryanto Hutapea mengatakan, komunikasi terakhir dengan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), semua atlet akan dipindahkan ke Samarinda sebelum pemilihan umum. Namun, mepetnya waktu membuat PBTI meminta pengunduran pemindahan lokasi pemusatan latihan di Samarinda setelah pemilu. “Mereka mengatakan kesediaan bergabung dengan pelatnas di Samarinda setelah pelaksanaan pemilu,” ujar Madju.
Diperkirakan, lusa 7 atlet yang masih berada di Jakarta akan tiba di Samarinda. Sesuai kesepakatan KONI Pusat, semua cabang olahraga yang akan dikirimkan ke AMAG melakukan pemusatan latihan di Samarinda. Dikatakan Madju, hal ini dilakukan untuk membentuk kebersamaan tim. Rencananya kontingen Indonesia yang berjumlah 39 orang dari 5 cabang olahraga akan diberangkatkan pada Kamis (23/4) mendatang. “Kami memberikan toleransi seminggu sebelum pemberangkatan, semua atlet sudah berada di Samarinda,” ucapnya.
Disinggung mengenai program khusus bagi atlet yang akan membela Kontingen Merah Putih di ajang yang mempertandingkan semua nomor bela diri dan baru pertama digelar itu, Madju mengatakan, hal itu diserahkan kepada masing-masing cabang olahraga. KONI melalui Pelatnas AMAG hanya berkewajiban melakukan pembinaan dengan pemusatan latihan. “Ini untuk kebaikan bersama. Kami tidak ada maksud menghalang-halangi cabang olahraga yang sebenarnya memiliki potensi memberikan prestasi. Tapi, kalau cabor tersebut tidak menunjukkan itikad baik, ya terpaksa kami mengambil tindakan. Kami tetap mengharapkan, taekwondo ada di Kaltim tepat pada waktunya,” ucap Madju. (*/obi)
Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=21064

