Minggu, 8 Agustus 2010
Taekwondo Kaltim Juara Umum
Kejurnas di Malang
Sumber: Samarinda Post Online
SAMARINDA. Kontingen Kaltim mempertahankan tradisi sebagai juara umum di kejuaraan nasional (kejurnas). Setelah pada 2006 dan 2007 menjadi juara umum, Kaltim mengulang sukses yang sama tahun ini pada Kejurnas Senior dan Junior di Malang, Jawa Timur yang dimulai sejak 4 Agustus dan berakhir kemarin (7/8).
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim Alfons T Lung menjelaskan, Kaltim meraih 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu di kategori senior.
Emas diraih Eka Sahara (min 73 Kg), Silvi Rosok, dan Junaidi Alfred Blegur (Under 68 Kg). Sementara medali perak diraih Nurul Fadillah (Under 57 Kg) dan Krisnawati (Under 67 Kg). Sementara di kategori junior hanya meraih 4 perunggu. "Kita tak menyangka bisa menjadi juara umum. Sebelum kejuaraan yang penting anak-anak bisa meraih medali," ujar Alfons.
TI Kaltim tak menargetkan menjadi juara umum. Namun menargetkan bisa meraih 4 medali emas. Namun target itu meleset karena Nurul cedera di babak akhir sehingga hanya meraih perak. Selain itu, lanjut Alfons, kekuatan taekwondo nasional saat ini tak bisa diprediksi karena sudah merata. Kejuaraan itu sendiri diikuti 33 provinsi.
"Di senior kita bersaing dengan Jateng dan DKI. Karena itu meski hanya tiga medali kita jadi juara umum," tandasnya.
Kendati demikian, TI Kaltim berbangga karena taekwondoin yang dikalahkan di kategori senior merupakan penghuni pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games dan SEA Games. Karena itu pula, kejurnas tersebut menjadi ajang seleksi bagi PB TI untuk promosi dan degradasi atlet pelatnas.
"Selama kejuaraan di pantau 6 anggota talent scouting. Peluang atlet kita lolos seleksi menjadi lebih besar karena mampu mengalahkan atlet pelatnas," ungkapnya. Dari tiga peraih emas, hanya Eka Sahara yang latihan di Pelatnas. Sementara Silvy dan Junaidi Alfred latihan di daerah.
Alfons melanjutkan, kejurnas ini menjadi salah satu parameter bagi Kaltim menuju Pra PON XVIII/2012 di Riau. Dengan predikat juara umum, Kaltim siap menghadapi Pra PON namun harus melakukan persiapan sejak jauh hari. "Kita harus kerja keras karena kekuatan merata. Kalau terlena dengan hasil sekarang, siap-siap terjun bebas," ujar mantan atlet taekwondo nasional ini. Karena itu, kata Alfons, Pra PON menjadi tantangan dan beban bagi Kaltim.
Ditambahkannya pula, Ketua Umum TI Kaltim Andi Harun ST sudah mengetahui hasil tersebut dan menyambut dengan gembira. Para peraih medali disiapkan bonus sekembalinya ke Samarinda. (nin)
24 August 2010
Taekwondo Kaltim Juara Umum Kejurnas di Malang
Diposting oleh Taekwondoin Kaltim di 1:01 AM 0 komentar
Label: Alfons, AsianMartial Art Games, taekwondo
09 April 2009
Kliping : Kaltim Tanggung Fasilitas dan Akomodasi
Jumat, 13 Maret 2009 | 22:34 WITA
SAMARINDA, - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, Jumat (13/3) kemarin menyambut kedatangan atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Martial Art Games I (AMAG) dan Pelatnas Sea Games Laos Desember 2009 di Kantor Gubernur. Pada kesempatan ini, Awang secara resmi membuka Pelatnas AMAG dan Sea Games yang diselenggarakan di Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda, 10 Maret - awal Desember 2009.
Sebagai salah satu daerah yang memiliki fasilitas olahraga yang lengkap, KONI Pusat menunjuk Kaltim sebagai salah satu tuan rumah Pelatnas. Bahkan, kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menanggung semua fasilitas dan akomodasi selama Pelatnas membuat KONI Pusat memberikan kepercayaan kepada Kaltim untuk menjadi tuan rumah Pelatnas AMAG yang harus lebih diprioritaskan waktu pelaksanaannya. Sebab, pelaksanaan AMAG tak kurang dari satu bulan lagi atau tepatnya pada 25 April - 3 Mei di Bangkok Thailand.
Kedatangan atlet-atlet Pelatnas AMAG disambut baik Awang. Kepada para atlet, pelatih dan manajer, Awang mengucapkan selamat datang di Kaltim. "Saya ucapkan selamat datang di Kaltim. Meskipun kalian berada di Kaltim, tapi anggap saja ini rumah sendiri," kata Awang.
Sebagai tuan rumah, kata Awang, Kaltim berusaha memberikan yang terbaik untuk suksesnya pelaksanaan Pelatnas ini. Sebab, Pelatnas AMAG dan Sea Games membawa misi negara di dunia olahraga. Sebagai tuan rumah, Awang meminta kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk menjadi tuan rumah yang baik kepada atlet, pelatih dan manajer Pelatnas.
Awang juga berharap kepada semua atlet yang mengikuti Pelatnas di Kaltim untuk bisa mempergunakan fasilitas yang disediakan oleh Kaltim, dan pada akhirnya diharapkan dapat mempersembahkan prestasi tertinggi untuk Indonesia.
Berdasarkan Surat Ketua KONI Nomor 383/UMN/II/09 tanggal 20 Februari 2009 disebutkan bahwa secara resmi Kaltim ditunjuk menjadi tuan rumah Pelatnas Terpadu untuk tujuh cabang olahraga yaitu karate, pencak silat, wushu, judo, taekwondo, gulat dan menembak. Dari tujuh cabor ini, enam cabor bela diri akan dipelatnaskan di Stadion Madya Sempaja. Sedangkan cabor menembak akan digelar di lapangan menembak di Balikpapan.
Namun, untuk saat ini prioritas Pelatnas AMAG lebih didahulukan mengingat waktu pelaksanaan AMAG yang sudah dekat, 25 April - 3 Mei di Bangkok. Adapun, Pelatnas AMAG di Kaltim hanya diikuti empat cabor, yaitu karate, pencak silat, wushu dan judo.
Komandan Pelatnas AMAG Madju Dharyanto Hutapea mengatakan, maksud dan tujuan KONI Pusat menunjuk Kaltim sebagai tuan rumah Pelatnas adalah untuk mendayagunakan fasilitas olahraga yang representatif yang dimiliki Kaltim pasca PON XVII. Selain itu, kata Madju, komitmen yang kuat dari Pemprov Kaltim untuk meningkatkan olahraga di Kaltim dan Indonesia menjadi salah satu alasan KONI Pusat mempercayakan Kaltim menjadi tuan rumah Pelatnas. "Pak Gubernur Kaltim ini punya komitmen yang kuat untuk meningkatkan olahraga di Kaltim dan Indonesia. Karena itu KONI Pusat sangat respek dan menunjuk Kaltim sebagai tuan rumah," kata Madju.
Madju mengatakan, saat ini Pelatnas AMAG sudah mulai dilaksanakan. Atlet-atlet dari empat cabor yang dipelatnaskan di Samarinda pun sudah mulai memasuki Hotel Atlet Sempaja sejak Selasa (10/3) lalu. "Sebenarnya Pelatnas Asian Martial Art ini ada lima cabor, karate, pencak silat, wushu, judo dan taekwondo. Tapi karena PB PTI (Pengurus Besar Persatuan Taekwondo Indonesia) lebih memilih melakukan Pelatnas di Jakarta, akhirnya Pelatnas Asian Martial Art di Samarinda hanya empat cabor," ujarnya.
Madju menambahkan, jumlah atlet Pelatnas AMAG berjumlah 103 atlet dan 18 pelatih. Untuk menyaring atlet yang akan diberangkatkan mengikuti AMAG di Bangkok akhir April mendatang, akan digelar Seleksi Nasional (Seleknas) di Samarinda. Selain diikuti atlet Pelatnas, Seleknas ini juga akan diikuti oleh atlet-atlet PAL (Program Atlet Unggulan).
"Tanggal 27-29 Maret akan digelar Seleknas di Samarinda. Seleknas ini akan diikuti semua atlet Pelatnas dan atlet PAL. Jadi nanti atlet Pelatnas taekwondo yang saat ini berlatih di Jakarta akan datang ke Samarinda. Begitu juga atlet PAL yang saat ini melakukan TC (trainning centre,red) di Jakarta juga akan datang ke Samarinda," ujarnya.
Indonesia sendiri akan mengikuti lima cabor dari sembilan cabor yang dipertandingkan pada AMAG mendatang, yaitu karate, pencak silat, wushu, judo dan taekwondo. Adapun empat cabor yang tidak ikuti Indonesia adalah kick boxing, muaythai, jujitsu dan kurash karena Indonesia tidak memiliki atlet untuk keempat cabor tersebut.(eza)
berita sebenarnya dapat diakses di
Link : http://www.tribunkaltim.co.id/
Diposting oleh Taekwondoin Kaltim di 1:29 AM 0 komentar
Label: AMAG, AsianMartial Art Games, awang faroek ishak, gubernur kaltim, Kaltim, KONI, Pelatnats, pemprov kaltim, Sea Games, Stadion Sempaja, taekwondo
07 April 2009
Anak dengan penuh semangat berlatih taekwondo
Menurut beberapa orang tua yang anaknya pernah dan sedang ikut latihan Taekwondo ada salah satu perkembangan yang mereka perhatikan, yaitu; tinggi badan anak-anak mereka meningkat dari sebelumnya. Weni sebut saja namanya berkomentar: "Latihan Taekwondo yang didukung dengan gizi yang baik ternyata telah membuat tinggi badan anaknya meningkat, padahal sebelumnya dia khawatir anaknya menjadi kontet, karena sejak kecil hingga anaknya berumur 8 tahun, ukuran tubuhnya terlihat kontet[pendek], kakinya tidak menunjukan ciri-ciri jenjang sama sekali. Pada awalnya dia mengira anaknya tidak bisa lebih tinggi lagi, apalagi didukung perawakan ayahnya yang juga tidak terlalu tinggi untuk ukuran lelaki normal. Weni memasukan anaknya latihan taekwondo semata agar anaknya mendapat pendidikan extrakulikuler yang bermanfaat tetapi dampak positif lain yang dia dapat, anaknya menjadi lebih semampai dan tidak kelihatan kontet lagi. ini memang bukan berdasarkan penelitian kedokteran yang ilmiah, tapi coba saja ajak anak anda berlatih taekwondo, siapa tau selain dia berprestasi sebagai atlit, mungkin aja jadi tambah tinggi gt lho!.
Diposting oleh Taekwondoin Kaltim di 10:59 PM 1 komentar
