19 April 2008
Taekwondoin Kaltim Optimistis Raih Medali
Yonif 611/Awl pada Kejurnas Taekwondo HUT Kopassus di Bogor
SAMARINDA. Meski baru mengikuti untuk pertama kalinya, kontingen taekwondo Yonif 611/Awl optimistis mampu meraih medali di kejuaraan nasional (kejurnas) taekwondo TNI/Polri dalam rangka HUT Kopassus di Bogor, Jawa Barat 18-20 April mendatang.
Kemarin, sepuluh taekwondoin yang didampingi seorang pelatih dilepas Danyonif 611/Awl Letkol inf Achdwiyanto Yudi Hartono SSos di lamin Mako Yonif 611/Awl. "Meski kami baru ikut untuk pertama kalinya, tetapi kami yakin mampu meraih medali," ungkap Yudi.
Dalam rangkaian upacara pem- berangkatan atlet kemarin, diadakan tradisi penciuman tunggul batalyon infanteri 611/Awl untuk menanamkan rasa kebanggaan dan kecintaanya pada kesatuan. "Juga sebagai rasa hormat terhadap satuan, sebagaimana yang tertanam dalamjiwa prajuritYonif 611/Awl," tambahnya. Yudi kembali mengatakan, dengan semboyan "Pantang Surut Mengabdi Pada Kebenaran"atlet taekwondo Yonif 611/Awl akan selalu memiliki jiwa tanding dan semangat yang berkobar untuk meraih kemenangan dan sukses.
Taekwondooin Yonif 611/Awl sebelum berangkat mengikuti kejunas menjalani serangkaian pemusatan latihan yang dilaksanakan di Puslatda PON Kaltim di Komplek Stadion Madya Sempaja selama sebulan. "Ini semua berkat bantuan dan pembinaan dari KONI Kaltim dan para pengurus taekwondo Kaltim," pungkas Yudi. (*/nin)
Diposting oleh Taekwondoin Kaltim di 1:44 AM 0 komentar
16 September 2007
Kualifikasi Taekwondo Pindah ke Kaltim
Pikiran Rakyat
Kualifikasi Taekwondo Pindah ke Kaltim
BANDUNG, (PR).-Babak kualifikasi cabor taekwondo yang rencananya semula akanberlangsung di Bandung Jabar akhirnya diputuskan berlangsung diSamarinda Kalimantan Timur, 6-9 September 2007.Sekum TI Jabar, Darwin Suratman, di Gedung KONI Jabar, Kamis (9/8),mengaku kecewa dengan keputusan PB TI yang terkesan mendadak tersebut.Padahal, pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk menggelar eventtersebut. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak mengingat hal itusudah menjadi keputusan pleno PB TI."Saya langsung dipanggil dan diberikan keputusan seperti ini. Tentukami kecewa dan hal ini juga sempat mendapat keberatan dari beberapadaerah yang ingin tetap berlangsung di Bandung. Namun, keputusan adadi tangan PB," ungkap Darwin.Menurut dia, Kaltim memang berambisi besar menggelar hajatan tersebut.Mereka beralasan ingin terus mengembangkan TI di Kaltim sehingga eventtersebut sangat penting bagi mereka. Bahkan, Kaltim berjanjimenganggarkan Rp 1,4 miliar untuk pelaksanaan babak kualifikasitersebut."Sementara di Jabar memang kami tidak menjanjikan apa pun. Karenawaktunya berbarengan dengan Ambassador Cup, maka pendanaan semuanyadari sana, sehingga panitia di Jabar tinggal sebagai pelaksana danmenyediakan sarana yang dibutuhkan," kata Darwin.Keputusan ini menjadi pukulan bagi TI Jabar. Darwin mengaku, padaawalnya mereka ngotot menjadi tuan rumah untuk bisa mengamankan targetkarena taekwondo merupakan cabor unggulan Jabar pada PON mendatang.Namun, dengan kepindahan tersebut pihaknya mengaku khawatir terhadappengamanan target tersebut."Tentunya Kaltim juga memiliki ambisi dan mereka juga akan turun padakualifikasi tersebut walau sudah dipastikan lolos karena mendapatkanjatah. Sementara, kami juga belum mengetahui kondisi di sana karenafaktor nonteknis bisa saja bermain nanti," tutur Darwin.Hal yang paling terkena pengaruh dari pemindahan itu adalah programlatihan. Dengan kepindahan tersebut, para pelatih harus menyesuaikankembali kondisi latihan anak-anak asuhannya. Selama ini, pihaknyasudah mengondisikan latihan dengan cuaca Bandung, namun dengankepindahan itu kondisi para atlet harus disesuaikan kembali."Tentunya melihat ini, minimal kami harus berlatih di tempat yanghampir sama dengan kondisi cuaca di sana. Mungkin kami harus berlatihdi Bekasi atau Bogor untuk adaptasi," ujar Darwin.Pengaruh lainnya dengan pemindahan tersebut tentunya adalahpembengkakan dana. Pada awalnya dengan asumsi di Bandung, dana untukatlet tentu tidak terlalu besar jika dibandingkan harus terbang keKaltim sehingga bisa membengkak dua sampai tiga kali lipat dari danaawal.Sementara itu, Jabar sudah dipastikan meloloskan dua atletnya ke PONyaitu Julius Fernando dan Mella Mayasari. Untuk kedua kelas itu, Jabarakan mengosongkannya di Kaltim karena keduanya mendapat wild cardotomatis lolos sebagai atlet pelatnas.Sebelumnya Jabar juga telah melakukan beberapa try out menjelang babakkualifikasi termasuk menjamu tim taekwondo Aceh, Papua Barat, danbanten sebagai persiapan babak kualifikasi di Bandung (A-126)***
Sumber asli:
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/082007/14/0809.htm
-JABAR DOMINasi hari pertama kejurnas taekwondo lihat di : http://www.kompas.com/ver1/Olahraga/0709/06/202746.htm
Diposting oleh Taekwondoin Kaltim di 6:55 AM 0 komentar


